Hello...
I'm Back againt...
kali ini saya akan posting tentang makanan dan minuman panas di dalam Islam.
gimana ya pendapat Islam mengenai makanan dan minuman panas
Oke,,,,..... lansung saja..
3 Fakta Ilmiah Tentang Larangan Meniup Minuman/Makanan dalam Islam 📝📃
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhori, Rasulullah Muhammad Saw pernah bersabda :
"Apabila kalian (sedang) minum, maka jangan bernapas di dalam gelas,
dan saat membuang hajat, maka jangan sentuh kemaluan menggunakan tangan
kanan."
Hadis tersebut
memberikan indikasi bahwa kita tidak boleh meniup atau bernafas di dalam
gelas. Saat ini, banyak sekali orang yang meniup makanan dan minuman
panas. Hal ini wajar mengingat apa yang kita masukkan ke dalam mulut
kita sangat panas dan mungkin saja kita tidak bersabar untuk segera
mengonsumsinya.
Sayangnya, kebiasaan ini justru dilarang oleh
Nabi Muhammad Saw. Lalu, apa alasannya? Tentu, Rasulullah tidak
memberikan alasan terperinci, tetapi beliau melarang kita, berarti itu
menjadi bagian dari sunah apabila kita menjalaninya.
Tahukah Anda? Bahwa di dalam hadis larangan meniup makanan dan minuman
panas yang sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari ternyata bukan hanya
tidak dibenarkan oleh Rasul, tetapi juga tidak disarankan oleh ilmu
kesehatan modern yang sudah melalui penelitian sains atau ilmu
pengetahuan.
Dalam Islam, kebiasaan ini tidak dibenarkan oleh
Nabi sekitar 14 abad lalu atau sekitar tahun 550an masehi. Ternyata,
larangan tersebut mengandung hikmah dalam ilmu pengetahuan yang baru
diteliti di era kontemporer-modern sekarang ini.
👉Bahaya asam karbonat
Fakta ilmiah pertama, bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan
karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan
menghasilkan asam karbonat atau H2CO3.
Nah jika senyawa kimia ini
masuk ke dalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung. Bagaimana?
Masih ingin meniup minuman panas?
👉Partikel berbahaya
Di dalam mulut kita terdapat partikel berbahaya. Apakah itu? Sisa-sisa
makanan dalam mulut akan membusuk sehingga menyebabkan bau mulut tidak
sedap. Bau ini apabila ditiupkan dalam air panas yang akan kita minum,
maka akan menempel dan sangat tidak baik jika kita minum lagi.
👉Mikro organisme
Selain itu, di dalam mulut terdapat mikro organisme tak kasat mata yang
bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Maka,
makhluk kecil tak kasat mata dalam mulut akan menempel pada makanan
panas apabila kita tiup dan kemudian masuk ke dalam perut. Bukankah ini
berbahaya?
Demikian tiga fakta ilmiah mengenai larangan meniup
minuman atau makanan panas dalam Islam yang acapkali kita lakukan
sehari-hari. Kalau gosok gigi sampai bersih lalu kumur-kumur pakai obat
kumur bagaimana? Tetap saja, sebaiknya ikuti hadis dari Rasulullah yang
jelas-jelas sangat baik jika kita mengikutinya. Pun, kebiasaan tidak
meniup makanan panas menjadi bagian dari sunah nabi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar